Our Pictures

Our Pictures
Pengampuh Blog

Senin, 21 Maret 2011

Makalah : Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Untuk Menumbuhkan Nasionalisme Bangsa

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Di era globalisasi, banyak aspek-aspek yang mengalami perkembangan yang signifikan. Perkembangan yang terjadi tentunya membawa suatu kemajuan bagi segala aspek yang mendapat dampak adanya globalisasi. Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.

Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. (Menurut Edison A. Jamli dkk. Kewarganegaraan.2005)

Menurut pendapat Krisna (Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.internet.public jurnal.september 2005). Proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.

Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa. Dengan adanya globalisasi yang mulai mempengaruhi dan masuk ke lingkup nasionalisme, maka diperlukan adanya suatu tindakan preventif dan filtrasi yang dipandang ampuh dalam meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh pengaruh globalisasi yang kini mulai mengikis semangat nasionalisme.

1.2  Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas, dapat diketahui rumusan masalah sebagai berikut :

1)      Bagaimana pengaruh adanya globalisasi terhadap kualitas nasionalisme bangsa ?

2)      Bagaimana peran pendidikan kewarganegaraan dalam mengatasi pengaruh globalisasi terhadap nasionalisme bangsa ?

1.3  Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

1)   Untuk mengetahui adanya pengaruh globalisasi terhadap kualitas nasionalisme bangsa

2)   Untuk mengetahui peran pendidikan kewarganegaraan dalam mengatasi pengaruh globalisasi terhadap nasionalisme bangsa

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Kondisi Bangsa di Era Globalisasi

Seperti yang dikemukakan diatas, budaya globalisasi sedang melanda dunia, tak terkecuali Inodonesia. Segala aspek secara tidak langsung mendapatkan pengaruh yang dengan adanya globalisasi ini. Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap generasi muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak generasi muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari generasi muda sekarang.

Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.

Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi generasi muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Seperti tindakan kriminalitas dan lain-lain. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.

Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Seharusnya penerus bangsa mempuyai sikap nasionalisme yang kuat demi mempertahankan budaya dan nilai-nilai Pancasila yang dijadikan landasan dalam berbangsa dan bernegara dalam rangka memupuk serta membudayakan rasa semangat dan jiwa nasionalisme bangsa.  Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa.

Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme, antara lain :

1. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.

2. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.

3.  Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.

Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme, antara lain :

1.      Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang.

2.      Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.

3.      Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.

4.      Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.

5.      Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.

Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme.

2.2 Nilai-nilai Pendidikan Pancasila dan Nasionalisme

Sejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, yang memberi kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan lahir batin yang makin baik, di dalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Bahwasanya Pancasila yang telah diterima dan ditetapkan sebagai dasar negara seperti tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa, yang telah diuji kebenaran, kemampuan dan kesaktiannya, sehingga tak ada satu kekuatan manapun juga yang mampu memisahkan Pancasila dari kehidupan bangsa Indonesia.

Menyadari bahwa untuk kelestarian kemampuan dan kesaktian Pancasila itu, perlu diusahakan secara nyata dan terus menerus penghayatan dan pengamamalan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya oleh setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah.

Secara bahasa nasionalisme barasal dari kata nation, yang berarti bangsa. Jadi nasionalisme adalah pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan. Han Kohn dalam Budi Cahyo (1995) memberikan makna nasionalisme sebagai suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepeda Negara kebangsaan. Dengan makna yang demikian nasionalisme memiliki pokok kekuatan dalam menilai kecintaan individu terhadap bangsanya dan penyerahaan setinggi-tingginya.

Bagi bangsa Indonesia, nasionalisme merupakan hal yang sangat mendasar  sebab ia telah membimbing dan mengantar bangsa Indonesia dalam mengarungi hidup dan kehidupannya (Budi Cahyo, 20;1995). Nasionalisme adalah manifestasi kesadaaran bernegara atau semangat bernegara (Slamet Muljana, 3;2008). Sehingga barang siapa yang merasa dirinya adalah warga Negara yang memiliki jiwa nasionalisme, selayaknya membuktikan dengan perbuatan yang nyata untuk menunjukkan rasa cinta negaranya.

Nasionalisme di Indonesia lahir dengan proses yang panjang, tidak instan. Sehingga dalam perkembanganya tampak bahwa proses pendewasaann dan kematangan konsep nasionalisme Indonesia bergerak dari nasionalisme cultural, berkembang ke sosioekonomis, dan memuncak manjadi nasionalisme politik revolusioner yang mempunya aspek multidimensional (Budi Cahyo, 27;1995)

Nasionalisme Indonesia secara umum bertujuan kedalam memperhebat nation building dan character building sesuai dengan falasafah dan pandangan hidup bangsa (Budi Cahyo 21:1995). Pancasila, inilah cara pandang yang digunakan dalam membangun nasionalisme bangsa. Dengan cara pandang tersebut kita dapat melakukan pemikiran membangun nasional bangsa. Muljana (2008) menerangkan;

“cara berpikir nasional ialah sikap seseorang terhadap kesadaran bernegara. Cara berpikir nasional memiliki ciri khusus, berupa norma obyektif; mengutamakan kepentingan kehidupan nasional. Segala perbuatan baik yang berisifat ke luar maupun kedalam diukur dengan norma tersebut. Apakah suatu tindakan itu menguntungkan kehidupan nasional ataukah justru merugikan. Bila merugikan, perlu bahkan wajib ditinggalkan jika kesadaran bernegara memang terdapat dalam hati warga Negara yang bersangkutan.”

 

2.3 Peranan Pancasila Dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi

Dunia kini tengah mengalami perubahan drastis dengan berbagai kemajuan yang telah dicapai. Perubahan wajah dunia telah membawa pengaruh bagi perubahan sosial di Tanah Air. Perubahan sosial yang terjadi tentu tak bisa dipandang sebelah mata mengingat perubahan tersebut mengandung kekuatan dan dinamika yang menyangkut tata nilai, sikap, dan tingkah laku bangsa dan rakyat Indonesia. Bagi bangsa dan rakyat Indonesia yang membangun bangsa dan negara dengan kekuatan dan kepribadian sendiri, perubahan sosial tak berarti westernisasi atau kebarat-baratan.

  Seyogianya, perubahan sosial yang terjadi dipandang sebagai upaya bangsa untuk mengembangkan kepribadiannya sendiri melalui penyesuaian dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat modern. Atau dengan kata lain, dengan kepribadiannya sendiri, bangsa dan negara Indonesia berani menyongsong dan memandang pergaulan dunia. Kini, mau tak mau dan suka tak suka, bangsa Indonesia harus hidup dan berada di antara pusaran arus globalisasi dunia. Tetapi, harus diingat bahwa bangsa dan negara Indonesia tak mesti kehilangan jati diri, kendati hidup di tengah-tengah pergaulan dunia.

Rakyat yang tumbuh di atas kepribadian bangsa lain mungkin saja mendatang kemajuan, tetapi kemajuan tersebut akan membuat rakyat menjadi asing dengan dirinya sendiri. Seperti yang terjadi saat ini dimana rakyat tidak lagi mengenal dirinya sendiri. Mereka kehilangan jati diri yang sebenarnya sudah jelas tergambar melalui nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Rakyat dan bangsa yang kehilangan jati dirinya sendiri senantiasa berada dalam kegelisahan sehingga akhirnya menjadi lemah.

Yang terpenting adalah bagaimana bangsa dan rakyat Indonesia mampu menyaring agar hanya nilai-nilai kebudayaan yang baik dan sesuai dengan kepribadian bangsa saja yang terserap. Sebaliknya, nilai-nilai budaya yang tidak sesuai apalagi merusak tata nilai budaya nasional mesti ditolak dengan tegas. Kunci jawaban dari persoalan tersebut terletak pada Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara. Bila rakyat dan bangsa Indonesia konsisten menjaga nilai-nilai luhur bangsa, maka nilai-nilai atau budaya dari luar yang tidak baik akan tertolak dengan sendirinya.

Dalam kondisi seperti itusekali lagiperan Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara memegang peranan penting. Pancasila akan menilai nilai-nilai mana saja yang bisa diserap untuk disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila sendiri. Dengan begitu, nilai-nilai baru yang berkembang nantinya tetap berada di atas kepribadian bangsa Indonesia. Pasalnya, setiap bangsa di dunia sangat memerlukan pandangan hidup agar mampu berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas arah dan tujuan yang hendak dicapai. Dengan pandangan hidup, suatu bangsa mempunyai pedoman dalam memandang setiap persoalan yang dihadapi serta mencari solusi dari persoalan tersebut.

2.4 Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menumbuhkan Nasionalisme Bangsa

Survei yang dilakukan Pusat Studi Pancasila menyebutkan, mata pelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah-sekolah sekarang ini seolah hanya pelengkap kurikulum, dan tidak dipelajari secara serius oleh peserta didik. Pelajar dan guru hanya mengejar mata pelajaran-mata pelajaran yang menentukan kelulusan saja. Temuan ini menegaskan, hasil survei lembaga-lembaga lain yang dilakukan sekitar tahun 2006 dan 2007 menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai Pancasila merosot tajam.

Bagi kalangan tertentu, keprihatinan tersebut mungkin dipandang sebagai sikap konservatif. Namun, dalam konteks berbangsa, ini adalah sebuah fakta bahwa kredibilitas Pancasila sedang merosot, dan pendidikan kewarganegaraan tidak lagi populer. Penyebabnya bisa macam-macam, satu hal yang patut kita beri perhatian, yakni fenomena ini mengindikasikan bahwa masa depan berbangsa kita sedang terancam.

Sebagai dasar negara, Pancasila adalah barometer moral di mana kerangka kewarganegaraan harus didasarkan. Pancasila secara fundamental merupakan kerangka yang kuat untuk pendefinisian konsep kewarganegaraan yang inklusif, sebab didalamnya memiliki komitmen yang kuat terhadap pluralisme dan toleransi. Komitmen inilah yang mampu mempersatukan dan menjaga keutuhan bangsa yang terdiri 400 lebih kelompok etnis dan bahasa.

 Inilah pentingnya kita kembali peduli kepada Pancasila, melaksanakan komitmen-komitmennya dan menegakkan prinsip-prinsip kewarganegaraan. Sebagai warga negara, kita juga memiliki tanggung jawab mengawasi pelaksanaan komitmen-komitmen tersebut, agar tidak melenceng dari garisnya.

Sebenarnya banyak cara menumbuhkembangkan rasa nasionalisme masyarakat Indonesia di tengah wacana mengenai kekhawatiran akan semakin tajamnya kemerosotan nasionalisme. Nasionalisme dapat dipupuk kembali dalam momentum-momentum yang tepat seperti pada saat peringatan hari sumpah pemuda, hari kemerdekaan, hari pahlawan dan hari besar nasional lainnya, guru maupun dosen yang tulus mengajar dengan baik dan dengan ikhlas menuntun para siswa hingga mampu mengukir prestasi yang gemilang, pelajar yang belajar dengan sungguh-sungguh dengan segenap kemampuannya demi nama baik bangsa dan Negara, cinta serta bangga tanpa malu-malu menggunakan produk-produk dalam negeri demi kemajuan ekonomi Negara. Bukan itu saja nasionalisme juga dapat dibangun melalui karya seni seperti menciptakan lagu-lagu yang berslogan cinta tanah air, melukis, seni peran yang bertajuk semangat juang untuk negara dan karya-karya seni lainnya. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.

Dalam pandangan hidup terkandung konsep mengenai dasar kehidupan yang dicita-citakan suatu bangsa. Juga terkandung pikiran-pikiran terdalam dan gagasan suatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dicita-citakan. Pada akhirnya pandangan hidup bisa diterjemahkan sebagai sebuah kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki suatu bangsa yang diyakini kebenarannya serta menimbulkan tekad bagi bangsa yang bersangkutan untuk mewujudkannya. Karena itu, dalam pergaulan kehidupan berbangsa dan bernegara, bangsa Indonesia tidak bisa begitu saja mencontoh atau meniru model yang dilakukan bangsa lain, tanpa menyesuaikan dengan pandangan hidup dan kebutuhan bangsa Indonesia sendiri. Bangsa dan rakyat Indonesia sangat patut bersyukur bahwa founding fathers telah merumuskan dengan jelas pandangan hidup bagi bangsa dan rakyat Indonesia yang dikenal dengan nama Pancasila. Bahwa Pancasila telah dirumuskan sebagai jiwa seluruh rakyat Indonesia, kepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia, dan dasar negara Indonesia. Juga sekaligus menjadi tujuan hidup bangsa Indonesia.

Karena itu, Pancasila tak bisa terlepas dari tata kehidupan rakyat sehari-hari mengingat Pancasila merupakan pandangan hidup, kesadaran, dan cita-cita moral yang meliputi seluruh jiwa dan watak yang telah berurat-berakar dalam kebudayaan bangsa Indonesia. Kebudayaan bangsa Indonesia sejak dahulu kala telah menegaskan bahwa hidup dan kehidupan manusia bisa mencapai kebahagiaan jika dikembangkan secara selaras dan seimbang baik dalam pergaulan antar anggota masyarakat selaku pribadi, hubungan manusia dengan komunitas, hubungan dengan alam, maupun hubungan dengan Sang Khalik.

Maka, guna meredam pengaruh dari luar perlu dilakukan akulturasi kebudayaan akibat globalisasi. Artinya, budaya dari luar disaring oleh budaya nasional sehingga output yang dikeluarkan seusai dengan nilai dan norma bangsa dan rakyat Indonesia. Memang masuknya pengaruh negatif budaya asing tidak dapat lagi dihindari, karena dalam era globalisasi tidak ada negara yang bisa menutup diri dari dunia luar. Oleh sebab itu, bangsa Indonesia harus mempunyai akar-budaya dan mengikat diri dengan nilai-nilai agama, adat istiadat, serta tradisi yang tumbuh dalam masyarakat. Pancasila dapat ditetapkan sebagai dasar negara karena sistem nilainya mengakomodasi semua pandangan hidup dunia internasional tanpa mengorbankan kepribadian Indonesia. Hal ini akan menjaga nilai-nilai luhur bangsa dan semangat untuk ber-nasionalisme. Nasionalisme bangs Indonesia dapat terus dipertahankan dan dilestarikan dengan mengimplementasikan seluruh nilai-nilai Pancasila dalam keseluruhan kehidupan berbangsa dan bernegara. Yang sesuai dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila pada sila ke-3 yakni Persatuan Indonesia yang bermakna Menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Rela berkorban demi bangsa dan negara. Cinta akan Tanah Air, Berbangga sebagai bagian dari Indonesia dan Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika merujuk pada semangat Nasionalisme bangsa.

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwasanya Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dalam kehidupa berbangsa dan bernegara dapat menumbuhkan semangat nsionalisme yang kuat dalam mengantisipasi perubahan-perubahan di era globalisasi demi mempertahankan nasionalisme dan keutuhan bangsa Indonesia.

3.2 Saran

Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar dalam membangun dan menumbuhkan semangat nasionalisme bangsa. Hendaknya seluruh elemen bangsa Indonesia mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, demi terciptanya masyarakat bangsa yang bernasionalisme tinggi.

 

                                             DAFTAR PUSTAKA 

 

Utomo, Budi Cahyo. 1995. Dinamika Pergerakan Kebangsaan Indonesia, dari Kebangkitan Hingga Kemerdekaan. Semarang;IKIP Semrang press

Muljana, Slamet. 2008. Kesadaran Nasional, dari Kolonialisme sampai Kemerdekaan Jilid I. Yogyakarta;LKIS

http://id.wikipedia.org

Edison A. Jamli dkk. 2005.Kewarganegaraan.

internet.public jurnal. 2005Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang. september .

Pidato LetJen TNI (Purn) H. R. Soeprapto, Ketua Umum DHN'45.Pancasila dan Globalisasi. Jakarta. 16 Oktober 2006.

 

Kamis, 10 Maret 2011

Laporan Biologi-Pengaruh pH terhadap Pertumbuhan Tanaman jagung

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Pertumbuhan adalah salah satu ciri makhluk hidup yang melangsungkan  kehidupannya,. Seluruh organisme yang masih hidup melakukan pertumubuhan guna menambah massa, volume maupun tinggi tubuh organisme. Tidak terkecuali pada tanaman. Tanaman juga melakukan pertumbuhan sebagai salah satu ciri makhluk hidup.

Tumbuhan tumbuh dari kecil menjadi besar dan berkembang dari satu sel zigot menjadi embrio kemudian menjadi satu individu yang mempunyai akra, batang dan daun.  Pertumbuhan diart

1.2  Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:

1)   Apakah ada perbedaan respon perkecambahan biji jagung antara pH 3, 5 dan 7 ?

2)   Apakah ada pengaruh adanya hujan asam terhadap perkecambahan dan pertumbuhan tanaman ?

3)   Adakah Faktor-faktor apa sajakah yang dapat mempengaruhi kecepatan perkecambahan dan pertumbuhan tanaman jagung ?

1.3  Tujuan

Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :

1)   Untuk mengetahui adanya pengaruh derajat keasaman (pH) dalamproses perkecambahan dan pertumbuhan tanaman jagung.

2)   Untuk mengetahui pH yang optimal dalam proses perkecambahan dan pertumbuhan tanaman jagung

3)   Untuk mengetahui Faktor-faktor  yang dapat mempengaruhi kecepatan perkecambahan dan pertumbuhan tanaman jagung

1.4  Hipoteis

1)   Ada perbedaan respon perkecambahan biji jagung antara pH 3, 5 dan 7.

2)   Ada pengaruh adanya hujan asam terhadap perkecambahan da pertumbuhan tanaman.

3)   Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan perkecambahan dan pertumbuhan tanaman jagung.

BAB II

KAJIAN TEORI

 

2.1 Perkecambahan dan Pertumbuhan

2.1.1 Perkecambahan

Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan pertumbuhan plumula (calon batang). Faktor yang mempengaruhi perkecambahan adalah air, kelembapan, oksigen dan suhu.

Perkecambahan biji ada dua macam yaitu:

a.       Perkecambahan epigeal : Hipokotil memanjang sehingga plumula dan kotiledon ke permukaan tanah dan kotiledon melakukan fotosintesis selama daun belum terbentuk. Contoh : perkecambahan kacang hijau.

b.      Perkecambahan hypogeal : epikotil memanjang sehingga puluma keluar menembus kulit biji dan muncul diatas permukaan tanah sedangkan kotiledon tertinggal dalam tanah.

Contoh : perekecambahan kacang kapri.

Dalam biji terdapat calon individu baru atau embrio yang dilengkapi dengan cadangan makanan.  Pada tanaman dikotil misalnya kacang mempunyai dua kotiledon yang membesar. Sumbu embrio bagian bawah kotiledon disebut hipokotil. Bagian terminalnya (ujung) disebut radikula. Sumbu embrio bagian atas kotiledon disebut epikotil. Dan ujungnya disebut plumula (pucuk embrio) yaitu ujung batang bersama calon-calon (primordium) daun.

Embrio yang tumbuh belum memiiki klorofil , sehingga embrio belum dapat membuat makanannya sendiri. Umumnya, makanan untu pertumbuhan embrio berasal dari endosperma. Akan tetapi tidak semua biji memiliki endsperma.biji tumbuhan polong-polongan,misalnya kacang tidak memiliki endosperma, melainkan cadangan makanannya dari kotiledon. Endosermanya sendiri sudah habis.biji yang demikian disebut biji eksalbuminus. Sedangkan biji yang endospermanya ada disebut biji albuminus.

Tumbuhan monokotil mempunyai satu kotiledon .misalnya pada Grminineae (Poaceae), misalnya jagung,kotiledonnya disebut skutelum. Skutelum menyerap nutrien dari endosperma dan memindahkannya ke bagian embrio selama proses perkecambahannya. Radikula (calon akar) monokotil diselubungi oleh koleoriza (sarung akar lembaga) dan ujung embrio diselubungi koleoptil (sarung pucuk lembaga).

2.2.1 Pertumbuhan

·           Pertumbuhan primer

Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem primer. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan titik tumbuh prmer yang terdapat pada ujung akar dan ujung batan dimulai sejak tumbuhan masih berupa embrio.

·           Pertumbuhan sekunder

Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem sekunder. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan cambium yang bersifat meristematik kembali.

Ciri-ciri jaringan meristemtik ini adalah mempunyai dinding yang tipis, bervakuola kecil atau tidak bervakuola, stiplasma pekat dan sel-slenya belum berspeliasasi. Ketika pertumbuhan berlangsung secara aktif, sel-sel meristem membelah dan membentuk sel-sel baru. Sel baru yang terbantuk itu pada awalnya rupanya sama tetapi setelah dewasa, sel-sel tadi berdiferensiasi menjadi jaringan lain.

Jaringann meristem ada dua jenis yaitu :

a. Jaringan meristem apix

b. Jaringan meristem lateral

Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh kegiatan meristem sekunder yang meliputi:

A. Kambium gabus

B. Kambium fasis

C. Kambium interfasis

4. Pertumbuhan terminal

Terjadi pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan berbiji yang aktif tumbuh. Terdapat 3 daerah (zona) pertumbuhan dan perkembangan:

a. Daerah pembelahan (daerah meristematik).

b. Daerah pemanjangan

c. Daerah diferensiasi

 

 

2.2 Tanaman Jagung

Tanaman jagung ( Zea mays ) sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Di Indonesia, jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua terpenting setelah padi. Akhir-akhir ini tanaman jagung semakin meningkat penggunaannya. Tanaman jagung banyak sekali gunanya, sebab hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Buah jagung muda (putren, Jw) bisa dimanfaatkan sebagai sayuran, bergedel, bakwan, sambel goreng. Jagung tua biasa digunakan sebagai pengganti nasi, marning, brondong, roti jagung, tepung, bihun, bahan campuran kopi bubuk, biskuit, kue kering, pakan ternak, baha baku, industri farmasi, dextrin, perekat, industri textil.

Tanaman jagung sangat bermanfaat  bagi kehidupan manusia ataupun hewan, jagung merupakan makanan pokok kedua setelah padi, produksi jagung kini dapat dikonsumsi oleh manusia dalam bentuk penyajian, jagung merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung hidrat arang, yang dapat digunakan untuk menggantikan (mensubtitusi) beras.
Jagung termasuk tanaman akar serabut yang terdiri dari tipe akar yaitu akar dan seminal, akar adventif dan akar udara, seminal tumbuh dari radikma dan embiro. Akar adventif disebut juga akar tunjang. Akar ini dari buku paling bawah. Sekitar 4 cm di bawah permukaan tanah. Akar udara adalah akar yang keluar dari dua atau lebih dari buku terbawah dekat permukaan tanah.

Batang jagun­g tidak bercabang, berbentuk silinder. Pada buku ruas akan muncul tunas yang berkembang menjadi tongkol. Tinggi jagung tergantung variates, umumnya berkisar 100 – 300 cm. Daun jagung memanjang dan keluar dari buku-buku batang. Jumlah daun terdiri dari 8-48 helaian tergantung varietasnya. Antara kelopak dan helaian terdapat lidah daun yang disebut Ligula, fungsi Ligula adalah mencegah air masuk ke dalam kelopak daun dan batang.

Pada proses tumbuh tanaman jagung dibedakan dalam dua stadia yaitu:
a.   Stadia  vegetative

Pada stadia vegetatif ini melalui fase kecambah, dilanjutkan dengan fase pertumbuhan vegetatif, akar batang  daun yang cepat pada akhirnya pertumbuhan vegetatif menjadi lambat sehingga dinamainya stadia generative.

 

 

b.    Stadia generatif

Pada stadia ini dinamai dengan pembentukan primordia. Proses pembungaan yang mencakup peristiwa  penyerbukan dan pembuahan. Penyerbukan yang terjadi pada tanaman jagung biasanya dibantu dengan angin, yaitu dengan cara menebarkan tepung sari kemudian menjatuhkan pada tangkai. Letak  bunga jantan dan betina tidak berada di satu tempat. Bunga jantan pada ujung batang yang sedang berbunga, sedangkan bunga betina berada di pertengahan batang atau tongkol. Perlu dijaga kemurnian biji dari varietas yang dibudidayakan dan juga terjadinya penyerbukan silang pada tanaman jagung. Proses penyerbukan, tepung sari tidak harus menempel pada kepala putik. Karena tangkai putik dapat menyebabkan proses penyerbukan tetap berlangsung. Tangkai putik berupa rambut jagung bila ditempel tepung sari. Perkembangan dan pertumbuhan serbuk sari berlanjut. Proses pertumbuhan merupakan kelanjutan peristiwa penyerbukan dapat berlangsung selama serbuk sari menempel pada putik. Kemudian saluran-saluran tangkai putik bertemu sel telur.

Kondisi pH yang baik untuk pertumbuhan jagung berkisar  antara 5,5 – 7,0 dan pH optimal 6,8 terutama pada saat berbunga dan pengisian biji. Curah hujan yang normal untuk pertumbuhan tanaman jagung yang ideal adalah sekitar 250 mm/tahun sampai 2000 mm/tahun. Jagung akan tumbuh dengan baik di daerah yang ketinggiannya lebih dari 5000 m di atas permukaan laut. (Supapto, 1999).

2.3 Derajat Keasaman (pH)

pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bukanlah skala absolut. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional.

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODE PERCOBAAN

 

 

3.1 Alat dan Bahan

1)   Botol Aqua 1,5 liter                                           3

2)    

3)   Media tanam (Tanah)

4)   Biji Jagung                                                         30 biji

5)   Air AC  

6)   Pipet

7)   pH meter

8)   cutter

9)   Spidol

10)    HCL 0,1 M

3.2 Variabel Percobaan

·         Variabel Manipulasi : Air dengan variasi pH 3 dan 5

·         Variabel Respon          : Percepatan Perkecambahan dan Pertumbuhan tanaman jagung

·         Variabel Kontrol         : - Jenis Jagung

  - Jenis media tanam (tanah)

  - Ukuran pot plastik (polibag)

  - Frekuensi penyiraman

  - tanaman jagung dengan pH 7

  3.3 Langkah Percobaan

Adapun langkah-langkah dari percobaan ini sebagai berikut :

1)   Menyiapkan air dengan pH 3, 5 dan 7 dengan cara mencampurkan larutan HCL 0,1 M kemudian dimasukkan ke dalam botol dan diberi label masing-masing.

2)   Menyiapkan biji jagung dari jenis yang sama, merendam biji jagung sebanyak 10 kedalam air yang telah ditentukan dengan masing-masing pH selama 30 menit.

3)   Menyediakan 3 buah polibag  dengan cara memotong botol air mineral pada bagian bawah dengan menggunkan cutter. Kemudian melubangi bagian bawahnya agar air bisa keluar waktu penyiraman dan beri label.

4)   Potong  bagian tengah  botol air mineral sisanya tadi sebagai penyangga polibeg. Membasahi tanah dengan air yang telah ditentukan kemudian meletakkan (menanam) biji jagung dan basahi atau sirami tanah setiap hari sesuai pH yang telah ditentukan selam 7 hari

5)   Mengamati perkecambahan yang pada bji jagung selama 7 hari.

6)   Memeriksa pertumbuhan pada hari ke-7.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 1V

DATA DAN ANALISA

 

4.1 Data Percobaan

A. Hasil percobaan pada pH 3

Hari ke-

1

2

3

4

5

6

7

%

Jumlah Biji yang Berkecambah

0

7

0

0

0

0

0

70%

 

·      Kecepatan Perkecambahan =  +  +  +  +  +  +  = 3,5

    pH 3

% perkecambahan = 7/10 x 100%

                                            = 70%

·      Panjang terakhir pengamatan

No.

Biji

Panjang Tanaman

1.

1

15 cm

2.

2

23 cm

3.

3

22 cm

4.

4

11,4 cm

5.

5

16 cm

6.

6

13

7.

7

11

8.

8

-

9.

9

-

10.

10

-

 

B. Hasil Percobaan pada pH 5

Hari ke-

1

2

3

4

5

6

7

%

Jumlah Biji yang Berkecambah

0

8

0

0

0

0

0

80%

 

pH 5

        % perkecambahan = 8/10 x 100%

     = 80%

·      Kecepatan Perkecambahan =  +  +  +  +  +  +  = 4

·      Panjang terakhir pengamatan dan jumlah helai daun

No.

Biji

Panjang Tanaman

1.

1

26 cm

2.

2

31 cm

3.

3

24 cm

4.

4

21,6 cm

5.

5

28,3 cm

6.

6

26

7.

7

24

8.

8

28

9.

9

-

10.

10

-

 

C. Hasil percobaan pada pH 7

Hari ke-

1

2

3

4

5

6

7

%

Jumlah Biji yang Berkecambah

0

7

0

0

0

0

0

70%

 

pH 7

% perkecambahan = 7/10 x 100%

                                         = 70%

 

·      Kecepatan Perkecambahan =  +  +  +  +  +  +  = 3,5

·      Panjang terakhir pengamatan dan jumlah helai daun

No.

Biji

Panjang Tanaman

1.

1

24 cm

2.

2

33 cm

3.

3

28 cm

4.

4

27,4 cm

5.

5

29,1cm

6.

6

22,6

7.

7

26,1

8.

8

-

9.

9

-

10.

10

-

 

4.2 Analisa Data

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa, dari 10 biji tidak semuanya  berkecambah dan tumbuh. Dari 10 biji yang tumbuh, pada pH 3 tumbuh 7, dari pH 5 tumbuh 8 dan dari pH 7 tumbuh 7. Dari data yang didapat, pH 5 menumbuhkan biji jagung paling banyak yakni sebanyak 8 biji jagung. Sehingga,prosentasi perkecambahan dari percobaan yang dilakukan selam 7 hari, pH 3 sebesar 70%, pH 5 sebesar 80% dan pH 7 sebesar 70%.

Sedangkan kecepatan perkecambahan dari pH 3 adalah 3,5, pH 5 adalah 4 dan pH 7 adalah 3,5. Pada percobaan pH 3 tanaman  jagung yang paling panjang adalah 23 cm. pada percobaan pH 5 tanaman  jagung yang paling panjang adalah 31cm dan percobaan pH 5 tanaman  jagung yang paling panjang adalah 33 cm. sehingga, tanaman jagung yang paling panjang terdapat pada pH 7.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

 

4.1 Pengaruh Derajat Keasaman Terhadap Perkecambahan Biji Jagung

Pada percobaan yang saya lakukan menunjukkan perbedaan respon perkecambahan biji dan pertumbuhan tanaman jagung antara pH 3, 5 dan 7. Hal ini dapat dilihat dari jumlah biji yang berhasil berkecambah dan tumbuh. Pada pH 3 terdapat 7 tanaman dan yang degeneratif  sebanyak  3. Pada pH 5 terdapat 8 tanaman dan yang degeneratif  sebanyak  dan pada pH 7 terdapat 7 tanaman dan yang degeneratif  sebanyak  3.  Secara teori tanaman jagung dapat tumbuh optimal pada pH antara 5,5 – 7,0. Pada percobaan ini pH yang banyak menumbuhkan tanaman jagung adalah pH 5 yakni 8 tanaman dari 10 biji yang ditanam. Sedangkan pada pH 3 dan 7 berhasil menumbuhkan 7 tanaman jagung dari 10 biji yang ditanam. Disini terjadi kesamaan jumlah tanaman yang tumbuh. Namun, setelah diukur, tanaman jagung yang paling tinggi terdapat pada pH 7 yakni sebesar 33 cm.  pada waktu penanaman, saya menggunakan jenis biji yang sama. Namun pada percobaan terdapat biji yang mati atau degeneratif. Hal ini dapat dipengaruhi oleh biji itu sendiri. Maksudnya disini adalah pada jenis biji yag sama belum tentu memiliki kemampuan tumbuh yang sama, seperti tingkat kematngan benih, dominansi benih dan ukuran dari benih jagung itu sendiri.

 

4.2 Pengaruh Hujan Asam Terhadap Pertumbuhan Tanaman

Hujan asam diartikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.

Hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. Usaha untuk mengatasi hal ini saat ini sedang gencar dilaksanakan.

cara alami hujan asam dapat terjadi akibat semburan dari gunung berapi dan dari proses biologis di tanah, rawa, dan laut. Akan tetapi, mayoritas hujan asam disebabkan oleh aktivitas manusia seperti industri, pembangkit tenaga listrik, kendaraan bermotor dan pabrik pengolahan pertanian (terutama amonia). Gas-gas yang dihasilkan oleh proses ini dapat terbawa angin hingga ratusan kilometer di atmosfer sebelum berubah menjadi asam dan terdeposit ke tanah.

Hujan asam dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Karena hujang yang mengandng asam yang jatuh ke tanah dan menyimpan airnya, dapat melarutkan mineral-mineral dan unsure hara yang terkandung dalam tanah. Hujan asam yang larut bersama nutrisi didalam tanah akan menyapu kandungan tersebut sebelum pohon-pohon dapat menggunakannya untuk tumbuh. Serta akan melepaskan zat kimia beracun seperti aluminium, yang akan bercampur didalam nutrisi. Sehingga apabila nutrisi ini dimakan oleh tumbuhan akan menghambat pertumbuhan dan mempercepat daun berguguran, selebihnya pohon-pohon akan terserang penyakit, kekeringan dan mati. Seperti halnya danau, Hutan juga mempunyai kemampuan untuk menetralisir hujan asam dengan jenis batuan dan tanah yang dapat mengurangi tingkat keasaman.

Pencemaran udara telah menghambat fotosintesis dan immobilisasi hasil fotosintesis dengan pembentukan metabolit sekunder yang potensial beracun. Sebagai akibatnya akar kekurangan energi, karena hasil fotosintesis tertahan di tajuk. Sebaliknya tahuk mengakumulasikan zat yang potensial beracun tersebut. Dengan demikian pertumbuhan akar dan mikoriza terhambat sedangkan daunpun menjadi rontok. Pohon menjadi lemah dan mudah terserang penyakit dan hama.
Penurunan pH tanah akibat deposisi asam juga menyebabkan terlepasnya aluminium dari tanah dan menimbulkan keracunan. Akar yang halus akan mengalami nekrosis sehingga penyerapan hara dan iar terhambat. Hal ini menyebabkan pohon kekurangan air dan hara serta akhirnya mati. Hanya tumbuhan tertentu yang dapat bertahan hidup pada daerah tersebut, hal ini akan berakibat pada hilangnya beberapa spesies. Ini juga berarti bahwa keragaman hayati tamanan juga semakin menurun.

Kadar SO2 yang tinggi di hutan menyebabkan noda putih atau coklat pada permukaan daun, jika hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan kematian tumbuhan tersebut. Menurut Soemarmoto (1992), dari analisis daun yang terkena deposisi asam menunjukkan kadar magnesium yang rendah. Sedangkan magnesium merupakan salah satu nutrisi assensial bagi tanaman. Kekurangan magnesium disebabkan oleh pencucian magnesium dari tanah karena pH yang rendah dan kerusakan daun meyebabkan pencucian magnesium di daun.

Pada percobaan yang saya lakukan, ada daun yang daunnya berwarna agak kuning kecoklatan, hal ini mengindikasikan adanya pengaruh hujan asam terhadap tanaman, yang dibuktikan dengan percobaan  ini,dimana jagung ditanam dengan menggunkan pH dibawah pH 5 yakni pH 3.

 4.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman

Pada percobaan ini,tidak hanya derajat keasaman saja yang mempengaruhi perkecambahan dan pertumbuhan tanaman jagung. Faktor-faktor tersebut adalah faktor biotik dan faktor abiotik.

Faktor biotik adalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman yang berasal dari dalam. Dalam percobaan ini berasal dari tanaman itu sendiri. Dalam hal ini adalah nutrisi. Makanan (nutrisi) sangat diperlukan dalam pertumbuhan perkecambahan. Jika banyak nutrisi yang diserap tanaman jagung, maka pertumbuhan akan semakin baik pula. Sedangkan faktor abiotik yang mempengaruhi pertumbuhan jagung adalah cahaya, air, kelembaban, derajat keasaman. Cahaya sangat membantu dalam proses fotosintesis ketika tanaman jagung sudah tumbuh daun.  Sekitar 80-90 % tubuh mahkluk hidup tersusun atas air. Zat ini digunakan sebagai pelarut di dalam sitoplasma, untuk menjaga tekanan osmosis sel, dan mencegah sel dari kekeringan. Air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan dan penyebaran biji, bagi hewan dan manusia air diperlukan untuk minum dan sarana hidup lain seperti transportasi bagi manusia dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur abiotik lain misalnya tanah dan batuan, air digunakan sebagai pelarut dan pelapuk. Salinitas juga berpengaruh. Jika kadar garam tinggi, sel-sel akar tumbuhan akan mati dan akhirnya akan mematikan tumbuhan itu. Didaerah yang berkadar garam tinggi hanya hidup tumbuhan tertentu. Misalnya pohon bakau di pantai yang tahan terhadap lingkungan berkadar garam tinggi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

5.1 Kesimpulan

     Dari percobaan yang dilakukan, kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah sebagi berikut :

1)   Ada perbedaan respon perkecambahan biji jagung antara pH 3,5 dan 7

2)   Hujan asam berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman

3)   Ada faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung, yakni faktor biotic dan faktor abiotik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Istamar Syamsuri, Mpd, Drs, dkk, 2004. Biologi kelas X. Penerbit Erlangga. Jakarta

http://gerbangtani.blogspot.com

eprints.undip.ac.i

http://manaree.blogspot.com/2009/05/perkecambahan-biji-i-tujuan-1.html